Disini saya belajar mendokumentasikan perjalanan dalam bentuk jurnal. Silakan dibaca. Bila perlu dikomentasi.
Saya juga punya akun Instagram silakan follow kalo berkenan link nya ini : https://www.instagram.com/ngantuk_motion/

:)
Trimakasih atas waktunya...

Jul 18, 2013

Ipin dan Lebah Kos-kosan

Seorang pelajar katakanlah mahasiswa ganteng di perguruan tinggi ternama tidak ternama, namanya Ipin.

Suatu hari di kos-kosannya , Ipin sedang terjangkit penyakit rajinnya. Dia pagi-pagi sekali sudah menyapu kamar kosnya. Melap kacanya, membuang kertas sisa-sisa ingusnya tugasnya dari kampus. Tidak benar, biasanya Ipin tidak pernah serajin itu.

Ketika ia sedang menyapu halaman kosannya,dengan tenang dan gaya yang buat sok keren dengan sapu di tangan kanannya, Ipin tidak menyadari bahwa ada bahaya yang mengancamnya.

Apa itu? Tidak jauh dari lokasi Ipin berada, ternyata ada seokor lebah yang dikatakan cukup  ganteng berbahaya dengan jarum dipantatnya. Lebah itu merasa terganggu dengan bunyi sapuannya atau nyanyian yang dikeluarkan dari mulut Ipin sembari menyapu. Tapi yang jelas lebah itu marah dengan apa yang dilakukan Ipin. Singkatnya sang lebah ingin menghujamkan jarum berkaratnya tajamnya yang berada dibokongnya ke leher Ipin.

Pagi itu, ketika matahari masih malu menunjukkan sinarnya yang kuning dan terang. Tragedi penusukan lebah kepada Ipin akan terjadi. Siapa yang disalahkan atas kejadian ini? Saya sebagai penulis tidak ingin membuat keputusan yang berat sebelah. Di satu sisi Ipin adalah saudara saya, dan disatu sisi yang lain saya adalah pecinta binatang :).

Angin sepagi ini tentu belum berhembus, daun yang basah sisa-sisa embun subuh pagi itu akan menjadi saksi tragedi penusukan ini. (“Penusukan apa sih sebenarnya?!!”).




Ketika lebah mulai mengambil ancang-ancang dengan gaya pelari 100 meter, sang lebah siap untuk mengambil titik penusukan dengan lebih terkunci, dan dipilihlah bagian leher Ipin. Dan sang lebah menyerang dangan kecepatan penuh. Saat itu seperti memiliki indra ke 6½ dadakan. Ipin merasa ada benda yang mendekat ke arahnya. Bunyi kepakan sayap yang ia rasa pernah ia dengar di salah satu film kartun kesukaannya yang tiap minggu gak pernah absen ditontonnya. “Suara lebah!” Seru Ipin.

 Seperti si Buta dari gua hantu yang kehilangan kliwon dan bertambah kehilangan tongkatnya juga, Ipin kalap mengayunkan sapu yang di pegang erat di tangannya tak terkendali. Lebih mirip orang yang kesurupan dari pada orang yang sedang mencuri mangga tetangga sebelah.haha..

Tak di sangka, usaha untuk memukul lebah yang dilakukan Ipin berhasil. Sang lebah banting setir kekanan, berbelok dari target yang di tetapkan sebelumnya.

Sang lebah berfikir, ia tidak layak mati oleh orang gila seperti Ipin. Ia lebih baik mencari tempat baru untuk tempat untuk membangun sarang yang baru yang lebih layak dari kos-kosannya Ipin. Di tengah perjalanan sang lebah, ia melihat tempat kosan yang sangat berbeda dari kos-kosanya Ipin, rumahnya bercatkan warna pink cerah dan nergrafity bunga2 kecil di dindingnya. Dan terdapat papan nama yang bertuliskan “ ASRAMA PUTRI”. Hem…. Lebah manggut-manggut. 


1 comment:

Know us

Our Team

Tags

Video of the Day

Contact us

Name

Email *

Message *