Disini saya belajar mendokumentasikan perjalanan dalam bentuk jurnal. Silakan dibaca. Bila perlu dikomentasi.
Saya juga punya akun Instagram silakan follow kalo berkenan link nya ini : https://www.instagram.com/ngantuk_motion/

:)
Trimakasih atas waktunya...

Mar 30, 2015

Pantai Selokpipa Nusakambangan

Bismillahirahmanirrahim... 
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Sudah lama aku gak pergi ke pantai. pantai bagiku adalah tempat untuk menghilangkan penat. lega saja kalo liat ombak bergantian berkejaran. angin pantai yang khas dan tentu pasir pantai.
Pagi itu, kita akan bicara soal waktu kemana tulisan ini akan pergi. aku sudah siap sejak malam hari, karena takut untuk terlambat (lagi.red) maka aku putuskan malam harinya untuk tidur lebih awal dari biasanya. jam 2 pagi pun aku tidur dan itu benar adanya. mata ku terpejam setelah sekian lama memandang langit-langit kamar yang penuh ramat dengan tatapan kosong. Merasa bosan dan tidak juga tertidur, Aku alihkan pandanganku pada tembok di sisi kanan ku dimana poster Haruka salah satu member idol group itu tergantung rapi. Dan akupun berdelusi sampai pagi merampas mimpi indah ku pagi itu. (sial.red).


Nakagawa Haruka memakai Seifuku di album ke-9 Pareo adalah emerald

Jam 7 pagi
kami sampai pada kesepakan untuk berkumpul pada pukul tujuh pagi. ini mustakhil bagiku. maka dengan penuh kebijakan yang masih terlatih, aku sebisa mungkin untuk tidak terlambat (lagi.red) terlalu lama besok. Benar saja, Mas Tatang sang koordinator acara pagi-pagi buta dari gua hantu, ya sekitar jam 7an kalo gak salah telah melepaskan  mengirim BBM ke HP ku, bunyinya gini "tangi-tangi". sontak saja ku mengernyitkan ujung-ujung alis sampai hampir bertemu. "aku wes tangi Mas" gumamku tanpa membalas BBM itu. Akupun melangkah ke depan TV menyalakan dan memilih saluran transtv yang kebetulan sedang menayangkan berita meninggalnya artis lawak Olga Saputra. Aku nonton sambil sarapan. 



Waktu menunjukkan pukul setengah delapan (kalo nggak salah sih.red) aku langsung BBM Amin yang katanya minta dijemput okeh bbm dikirim. dan tak lama muncul tanda silang merah di depan pesan BBM ku. Sepertinya BBM nya nggak aktif. Untung nama kontaknya ada nomor HP nya, segera aku kirim pesan singkat atawa yang biasa disebut sms. sms dikirim dan tidak lama kemudian balasan sms ditrima."Okeh" katanya. Secepat kilat aku nyalakan motor lalu kutendang kukendarai melaju ke utara menuju rumah Amin wahyudi

Kumpul 
kami kumpul di rumah Mas +Tangkas Pamuji  . Aku kira kami orang yang terakhir datang pagi itu, ternyata masih ada yang belum datang, Mas Uje dan Ali yang kali ini ikut. jadi deh kita nunggu mereka berdua. Mengingat perjalanan kali ini ini cukup jauh yaitu ke pantai teluk penyu. kami berangkat  menggunakan mobil Mas Hamdani. Tinggal duduk manis dan cuzzz berangkat.


Kumpul di rumah Mas Tatang

Di Perjalanan
Awal perjalanan aku biasa-biasa aja, tapi lama-kelamaan aku merasa perut ini mual. dan keringat dingin mulai mengucur. tangan pun berkeringat. tumbuh bulu-bulu dan  jarum kecil-kecil juga tumbuh di ujung setiap jari. Akh..! ada apa dengan ku, apa aku akan berubah menjadi Sederman mengingat tanda-tanda yang sedang aku rasakan persis seperti Peter parker rasakan ketika awal berubah menjadi Sepiderman? haha. Bukan-bukan, aku mabok kendaraan pagi itu. ini tidak biasanya. maka aku hanya stay calm, seolah mabok ini tidak ada pada diriku. tapi perasaan mabok ini semakin menguat dan membuncah. aku tidak bisa menahannya lebih lama dalam waktu yang tidak terbatas. seperti menahan kencing saja atau apalah. akhirnya aku katakan kepada khalayak ramai seisi penghuni mobil waktu itu bahwa sanya aku mabok. Dengan sigap dan cekatan melihat keadaan ku pegitu payah waktu itu(ini lebai.red) Mas Hamdani selaku orang yang mengemudikan mobil langsung banting gelas setir kekanan jalan ketika melihat Alfatmret untuk membeli Antangon. Tak lama langsung saja aku tenggak satu  sachet  dan setelah beberapa menit kemudian mabok ku pun berkurang dan akhirnya menghilang. aku senang. perjalanan pun dilanjut dengan penuh riang gembira. Kami menyanyanyikan balonku ada lima bersama-sama.(ini lebay.red)


Ditengah perjalanan kami melihat perempuan berjilbab punuk onta yang sangat fenomenal.

Mencari jalan Tikus
Sampai di Cilacap, tepatnya di Objek Wisata Teluk Penyu kami tidak lewat pintu masuk utama (yang biasa.red) kenapa? karena kami akan mencari jalan yang gak teralu mainstream. Jalan tikus. selain alasan anti mainstream itu sendiri.Alasan penekanan pengeluaran pun juga menjadi pertimbangan yang kuat. :) Nyatanya lewat jalan yang kami kira jalan tikus pun sudah ada yang jaga. akhirnya kami pun mengeluarkan uang. walau memang dengan harga lebih"murah". Kata Mas Tatang "Kye Pak nggo tuku udud".sambil menyerahkan uang ke penjaga pos. Orangnya mangguk mangguk aja. kami pun lewat dengan riang.

Menuju Pulau Berhantu
Sampai di dalam Teluk Penyu, setelah memarkir kendaraan tidak lama kami di hampiri yang kami yakini seorang pendekar bercaping nelayan. Ia menawarkan jasa angkut barang orang ke pulau Nusakambangan. Setelah babibu berkata, tawar nemawar akhirnya terciptalah sebuah kesepakatan tunggal bahwa setiap awak kapal dikenai biaya 20 ribu. kami naik. Abang tukang Perahunya minta minta no telepon salah satu dari kami dan salah satu dari kami pun dimintai no telepon oleh abang tukang perahu untuk komunikasi kalau kami mau minta dijemput waktu pulang nanti."okeh ini nomer telepon ku " kata Mas Tatang seraya membisikkan deretan nomor cantik ke telinga Abang tukang perahu. Akhir kami berlayar dengan penuh gagah berani.


Mas Tatang dan Mas Uje penuh khusyu mendengarkan nomor togel HP yang sedang disebutkan oleh Pak Nelayan
Kita Berlayar dibawah langit biru
Duduk manis dikapal menuju pulau Nusakambangan

Nusakambangan
Apa yang terlintas ketika mendengar kata Nusakambangan? penjara. sebuah tempat untuk para penjahat berkumpul dalam suatu tempat yang disebut sebagai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas.red). Tapi kali ini kami tidak akan pergi ke Lapas. Kami akan menuju bibir pantai yang belum banyak tersentuh oleh khalayak ramai manusia. ya Pantai Selokpipa.

Awal Perjalanan
Setelah medun turun dari kapal kami langsung disuguhi pasir berbatu disekeliling kami. Meskipun cukup indah, tapi keberadaan sampah anorganik sudah cukup banyak dijumpai disini. tidak lama-lama kami langsung menuju melangkahkan kaki ke dalam pulau. perjalanan ini masih santai, walau sebenarnya kami selalu menargetkan waktu setiap perjalanan. jalan setapak yang landai menjadi santapan empuk untuk kaki kami dalam awal perjalanan. dengan semak belukar di samping kanan kiri kami seolah menyambut kami dengan warna hijau yang dominan. "Selamat datang dipulau Nusakambangan" Seolah mereka berkata seperti itu. pikirku sih. :)


Kerang di pinggir pantai Nusakambangan

Kami menjumpai beberapa rumah disini. kami pun sempat bertemu dengan orang yang tinggal disini. wah, bagaimana ya tinggal di pulau ini. jauh dari cepatnya arus teknologi informasi.pikirku. 


Salah satu rumah yang ada di Pulau Nusakambangan
Mulai menanjak
Lebih dalam kaki ini melangkah, jalanan yang kami lalui mulai menanjak cukup terjal. tumbuhan semak belukar pun tergantikan dengan pepohonan yang besar dan rimbun. suasana mulai mencekam.haha.. Kita memasuki tengah pulau. Suara burung-burung hutan mulai ramai bersahutan. akar-akar kekar pohon melintang menghangi perjalanan kami, akar napas pun bergantungan disana-sini. Sekali jalanan lumpur menghadang langkah kami untuk berhati-hati berpijak. Suara kera yang sepertinya sedang bertengkar pun terdengar merdu bising manakala kita sedang di tengah pulau. Kami mempercepat langkah kami yang mulai gontai. Berharap bibir pantai Selokpipa cepat terlihat.


Jalan menanjak
Suara kera yang sedang bertengkar :


Bunga Hutan
Siapa yang tahu bunga apa ini?( jawab di kolom komen kalo tahu.red)
Aliran air diantara batu cadas di tengah hutan

Bibir Pantai
Sebelum sampai kepantai kami melalui aliransungai kecil yang menuju kepantai. Airnya gak banyak sih, tapi cukup luas. Berbatu cadas dan berpasir. Banyak sampah juga yang ditepikan oleh ombak. Tidak lama menyusuri sungai kecil itu akhirnya pantai yang kami mimpi basah kan ada didepan mata. Pantai Selokpipa."Im Coming..!!"


Sungai kecil menandakan kita sudah dekat dengan bibir pantai


Batuan cadas
Mas Tatang sangat gembira karena pantai Selokpipa sudah didepan mata
Selokpipo
Pantai yang landai dengan serbuk pasir keputih-putihan karena bercampur dengan butiran cangkang kerang yang halus. ini yang aku tangkap pertama kali ketika menapaki pantai ini. Sungguh berbeda jauh dengan pantai teluk penyu, air di pantai selokpipa masih jernih, bening. kita masih bisa melihat di dasarannya sampai kedalam kurang lebih 1 meter. Singgahan pertama kami duduk-duduk dulu sambil mengabadikan pemandangan yang tersaji didepan mata. dengan kamera masing-masing kami sibuk sendiri-sendiri.


Rumah siput yang besar
Mas Hamdani beristirahat sambil menikmati pemandangan pantai Selokpopa


Lanscape pantai Selokpipa

Di bebatuan pinggir pantai tempat kami istirahat terdapat akar yang bergelayut menyerupai ayunan. kami manfaatkan untuk bermain, mengabadikan moment dan banyak lagi. ini tidak sekali karena akar yang kami naiki/gantungi/tumpaki sangat kokoh tersaji walau tidak dibangun dengan semen roda tiga.haha.


Akar yang menggantung sedang di tunggangi oleh Amin
Mas Tatang menemukan jati dirinya yang sesunguhnya setelah bergelayut penuh bahagia :)

Aku pun sibuk sendiri. Lebih tertarik dengan menelusuri ombak di tepi pantai dan kebetulan ada sebongkah karang tidak jauh dari bibir pantai. aku coba dekati. mungkin ada Haruka putri duyung yang terdampar disana.(ngarep.red) setelah aku dekati, amati dan teliti ternyata cuma ada hewan-hewan kecil seperti keong laut dan kepiting. but, "it's very beautifull place". membatinku dalam bahasa ngapak inggris. :)


Cangkang kepiting
Yang punya blog narsis berlatar  pantai Selokpipa
Masih narsis

Kerangka kepiting
Berjalan Lagi
Sekitar satu jam puas bermain dan melepas lelah. kami lanjutkan perjalanan. kali ini kita menyusuri tepian pantai menuju tempat dimana kita akan membuka bekal. Sekali lagi kita melewati rimbunnya pohon-pohon ditepian pantai. jalan setapak yang kecil dan lebat membuat kami harus waspada kali-kali terjatuh di pinggiran tebing pantai. Tidak terlalu lama akhirnya kami pun sampai pada bibir pantai yang lain. Tempatnya lebih luas dari tempat pertama untuk istirahat. dengan view yang lebih luas dan lebih indah. Kamipun lebih bersemangat. 


Pantai Selokpipa diapit dua daratan membuatnya begitu indah
Dalam perjalanan ini kami dihadang oleh sebuah rintangan berupa aliran air laut yang memotong jalan kami. Tidak ada jembatan, tidak ada batu untuk kami berpijak. jalan satu-satunya kami harus basah-basahan menyebrang. Okeh, mau tidak mau kami harus mengorbankan celana kami untuk basah. karena tempat yang paling dalam sampai satu meter lebih kira-kira.


Di depan kita harus menyebrang.
Mas Uje dan Ali harus menjinjing ranselnya saat menyebrang agar tidak basah.
Mas Hamdani dengan gagah berani menyebrang seorang diri
Masih harus berjalan lagi. melewati karang-karang yang luas dan pasir yang kali ini agak lebih putih. Aku sangat tertarik dengan pasir dan kerang-kerang yang ada di sini. bentuknya indah-indah. aku ingin membawa sedikit untuk kenang-kenangan. Ada cangkang siput yang sepintas mirip batu akik. pada bagian tengahnya berwarna ungu, kemudian putih dan pinggirannya hitam kecoklatan.


Batuan karang siap menghadang kami
Disini lagi-lagi kami mengabadikan keindahan yang tersaji


Berdiskusi tentang mau dimana kita akan istirahat.
"RCTI Oke" Begitu ucap mas Tatang saat Mas Uje melakukan eksekusi pemotretan.
Narsise polll yakin. :D
Saking konsentrasinya asyik motret Mas Uje sampai tidak sempat mendelah menaruh ranselnya terlebih dahulu.


Dedikasi tinggi seorang foto grafer
Sante bray..
Kami putuskan untuk beristirahat di bawah pohon ketapang yang begitu besar. sampai akar-akarnya bisa kami naiki. pohonnya rimbun. dibawahnya berpasir putih dengan pemandangan didepan pantai yang seolah olah dihimpit pulau. sungguh indah. hari itu cuaca cukup cerah, walaupun langit tidak terlalu berteksture awan, namun cukup biru berawan. :)


Pohon ketapang
Disinilah kami beristirahat dibawah pohon ketapang yang besar dan berakar besar pula.
Membuka perbekalan
Im FreeCom. And You...???
"Kami bangsa indonesia..bla bla bla" ucap Mas Tatang sambil mengacungkan jari telunjuknya.
View di depan kami beristirahat. pantai :)
Mengingat perjalanan kami cukup menguras tenaga, tanpa lama menunggu langsung tas perbekalan Mas Tatang dibuka dikeluarkannya Alfam*art, Indom*rt  semua konsumsi dari dalam tas Mas Tatang. :) Atas donasi ayam dari Mas Hamdani kali ini Mas Tatang masak Ayam rica-rica super pedas. katanya si masak sendiri. terlepas dari benar dan tidaknya ayam rica-rica kala itu memang sungguh membakar lidah kami. enak gurih dan yang paling penting jahenya terasa kalo kata Pak Udin. Mana pak Udin? Mana Pak Udiiin..?(mencari Pak Udin.red)

Selesai makan kami istirahat untuk meluruskan perut yang telah terisi. Angin pantai membuat kami merasa nyaman dan enggan untuk beranjak dari sini. kalo bisa pengin rasanya bermalam disini.mendirikan tenda. menyalakan api. lalu goyang gergaji ngecamp :)


Ilustrasi kewaregen.nglemprak. terlalu kenyang.

Setelah sedikit banyak lelah hilang, dan waktu menunjukkan jam 12 lebihnya 30 menit  kami memutuskan sandal untuk sholat dzhuhur .Berhubung tidak adanya tempat datar selain di atas pasir. maka kami sholat di atas pasir. 

Salah satu tujuan kami kesini adalah untuk melihat terumbu karang. Untuk bisa melihat terumbu karang, kita harus menunggu air laut surut. Diperkirakan untuk surut itu sekitar jam 3an.katanya. jadi kita tunggu.

Kami mulai menjelajahi tepian pantai Selokpipo di sisi Utara. disini lebih banyak bebatuan besar dan karang. Ombak yang mengamuk suaranya menggelegar bak suara raksasa yang  sedang goyang sesar marah. :) tapi kami pun kesana setelah sholat dhuhur usai (ini pencitraan.red)  Tapi Mas Hamdani tidak ikut ia memilih untuk tidur-tiduran di atas pasir putih.


Menyusuri pantai berbatu
Mas Uje meniti bebatuan
Coret-coretan di batu besar, merusak keindahan alam
Pohon ketapang yang mengarah ke pantai
Pohon tua yang telah mati
Deburan ombak
Panorama pantai Selokpipa
Menunggu ombak datang
Buah apakah ini?
Cangkang kerang yang mirip batu akik :D
Sekitar jam 3 sore lebih kira-kira, kami putuskan untuk pulang. Ternyata air tidak surut seperti yang kami harapkan. ya, surut dikit si, tapi tidak sampai bisa untuk melihat terumbu karang. Dan kata nelayan yang kebetulan lewat, air laut surut itu sekitar jam 7 malam. ini berarti tidak memungkinkan menunggu sampai jam segitu.
bawaan kami kemas. sampah sisa-sisa pun tak lupa kami cleaning. Kembali lagi kita bertemu dengan rute menantang seperti perjalanan menuju kesini. karena memang tidak ada jalan lain yang kami ketahui.


Kami pulang
Selamat tinggal pantai selokpipa
Di tengah perjalanan pulang


Sampai di pinggir pantai tempat kami di jemput, mas Uje calling Pak nelayan yang akan menjemput kami. Dengan kecepatan cahaya Pak Nelayan ngebut dengan kapalnya yang aduhai.(ini lebai.red)


Mas Uje menghubungi Pak Nelayan

Kami pulang, dengan letih yang sangat, kami hanya duduk dikapal sembari menikmati suasana udara pantai sore itu. Mendekati tepian pantai teluk penyu banyak orang-orang yang sedang mancing di ujung-ujung dermaga. Sampai ditepi kamipun turun dan membayar dengan sejumlah uang yang telah disepakati.


Menunggu jemputan

Pantai masih ramai oleh orang-orang pemuda yang akan mengikuti lomba dayung. kami menuju mobil, membilas tubuh sebentar kemudian cuz pulang secepat itu juga.


Perjalanan pulang
Kapal pengangkut minyak
Sore itu turun hujan. tidak deras. Aku yang kelelahan sesampainya di rumah Mas Tatang langsung mengambil motor dan berpamitan. karena merencanakan tidak pulang aku langsung menuju kantor untuk ngode. dengan badan yang pliket oleh air laut. aku sempatkan mandi dikantor dan hanya mengganti baju saja. ya karena saya bawa gantinya cuma baju.hahaha. Bekerja setelah berlelah-lelahan seperti ini mempunya cita rasa sendiri. Mulai dari terkantuk-kantuknya kepala yang terasa berat. mata yang terasa diganduli oleh gandul berkilo-kilo beton. dan tubuh yang sudah sempoyongan.
Tapi kewajiban adalah kewajiban. maka tidak ada cara cara lain selain menunaikannya.
Usai semua pekerjaan, akuputuskan untuk merangkum sedikit cerita yang nggak jelas ini di blog ini.Sampai tubuh tidak kuasa menahan kantuk yang akhirnya aku tertidur dengan posisi terlalu hina untuk di ceritakan apalagi bayangkan. :)

Pagi itu. Masih dikantor. Aku merasakan kakiku ada yang nendang-nendang. Dengan berat aku menyadarkandiri dan mulai membuka mata yang seolah-olah di plester. "Oh, Pak Buang toh". Pak Buang adalah panggilan akrab orang2 kantor dari Pak Dirso. Dia ber kata." Tangi Rip, tangi Rip". Beliau membangunkan aku. aku bangun setengah sadar dan melihat disekitar. Sepi. ternyata sudah pagi. Aku terbangun . Dan ...Selamat Hari minggu.


:)

Demikian catatan cumplung yang singkat, padat dan gak fokus. :D Mudah-mudahan tulisan ini bermanfaat untuk Bangsa dan Negara.(ikut-ikut channel youtube #Gakpentingsih) :D  Tetap semangat NgebloggGG..!!!


Videonya Gan :



No comments:

Post a Comment

Know us

Our Team

Tags

Video of the Day

Contact us

Name

Email *

Message *