Disini saya belajar mendokumentasikan perjalanan dalam bentuk jurnal. Silakan dibaca. Bila perlu dikomentasi.
Saya juga punya akun Instagram silakan follow kalo berkenan link nya ini : https://www.instagram.com/ngantuk_motion/

:)
Trimakasih atas waktunya...

Mar 7, 2015

Curug Nangga Yang Berundak

Bismillahirahmanirrahim... 
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
Ini adalah catatan ku tentang perjalanan ke curug Nangga. Curug yang tidak sengaja kami Kunjungi. Sebenarnya perjalanan ini sudah berminggu -minggu yang lalu. Tapi baru kali ini ada niat/semangat untuk menuliskannya di blog ini.


Kami berempat aku, Mas Tatang,  Mas Uje,dan Mas Untung sabtu itu telah sepakat untuk pergi mencari curug yg tertukar.Haha. Karena lokasi pencarian curug kali ini bertempat disekitar Pekuncen,  maka hanya aku, Mas Tatang dan Mas Uje yang start dari kantor Radar banyumas. Mas Untung Janjian ketemu di pom bensin terdekat dari rumahnya.

Perjalanan dimulai.....................................................................................................................

Dalam perjalanan kami sedikit ragu-ragu tentang tempat yang akan kami Kunjungi.Sedikitnya informasi lokasi curug yang akan kami Kunjungi menjadi alasan yang kuat untuk kami bertanya -tanya, "curuge Jane nang Ndi Mas Tatang??", begitu kira-kira pertanyaanku dalam bahasa Banyumasan alias ngapak. Orang yang ditanya ternyata tidak lebih tahu dari yang bertanya(begitu nggak sich?.red) Akhirnya mas Tatang menghubungi kenalan nya untuk memperjelas dimana lokasi curug yang akan kami datangi/singgahi/tumpaki /plorodi/kejeburi/kecupaki. (Apalagi ya..??) :D

Okeh,sepertinya mas Tatang sudah mendapatkan pencerahan dimana letak curug yang akan kami tuju. Karena aku berboncengan dengan mas Tatang, aku sih iya-iya aja tampa bertanya lebih lanjut dimana letak curug tersebut. Oia..!,kali ini aku berboncengan dengan mas Tatang, Mas Uje sama mas Untung membawa motor sendiri-sendiri.


Sampai didaerah pekuncen kami bertanya ke orang dipinggir jalan. Berharap mendapatkan petunjuk pasti keberadaan curug yang kami cari, sampai sejauh ini aku belum tahu nama curug yang aku datangi. Kami bertanya ke sekumpulan Bapak Bapak yang lagi "juguran"dekat warung, kami disuruh lurus lagi ke arah timur, sampai menemui jalan di setelah kiri kami yang selebar satu mobil. Mungkin ini jalan yang Bapak itu maksud,. Okeh kamipun belok dengan penuh pertanyaan "apakah ini jalan yang benar menuju kecurug Haruka? (sebut saja curug Haruka sampai kami tahu nama curug yang sebenarnya.red).hahaha.

Berdasarkan info yang kami dapat dari Bapak -Bapak tadi jalan menuju ke curug itu sangat menanjak. Dan memang betul begitu adanya.jalanannya begitu menanjak.Bahkan setelah melewati belokan jalanannya masih menanjak. Sontak motor ku yang hanya bertenaga 100cc mendadak jalannya seperti keong racun. Begitu lambatnya sampai aku harus turun dari boncengan dan mendorong nya. (kampreet.red) Hahaha.

Lama kami menyusuri jalan ini sampai bingung dan kami pun bertanya ke kantor kelurahan Desa Semedo,setelah bertanya dan dijawab,  kami pun Lanjut lagi.


Kantor kepala Desa Semedo

Sampai di kantor desa Petahunan. Kamipun nanya lagi. Kalo nggak nanya kami akan tersesat(sebuah pepatah kuno.red) . Setelah bertanya dan dijawab kamipun dapet jawaban. Malah kami di antar sama Mas Mono  yang kebetulan lagi di kantor desa Petahunan siang itu. Okeh perjalanan pun Lanjut.


Kantor Kepala Desa Petahunan

Menurut mas Mono letak curug yang akan kami datangi sudah tak terlalu jauh.memang. Kami hanya naik motor sebentar. Setelah. Itu kita berhenti pada rumah terakhir yg paling dekat dari curug.motor kami parkir.

Jalan Kaki.
Angin memainkan ujung-ujung daun kelapa siang itu. Motor kami parkir masing -masing dihalam rumah warga dengan tidak rapi. Persiapan perbekalan yang perlu bawa kami check lagi. Mungkin ada yang tertinggal.



Parkir di depan rumah warga terdekat

Dari rumah warga cuma beberapa langkah kami disuguhi hijau  indahnya pemandangan sawah. Udara semilir khas pedesaan begitu sejuk menari di dalam paru -paru kami masing-masing. Seketika itu juga kami joged goyang gergaji untuk meluapkan kegembiraan kami.(ini nglantur.red) :D


Awal perjalanan diantara pepohonan rimbun

Jalan menuju curug landai - landai saja. Tapi setelah melewati semak belukar dan memasuki area pesawahan jalanan Mulai menurun(kalo nggak salah sich.red). Hati - hati kepleset. Setelah hujan jalanan disini licin berlumpur. Baik pake sandal gunung yang anti selip demi keamanan. Seperti yang saya pake sekarang, meskipun sandal gunung KW,  tapi cukup bisa diandalkan. :)


Jalanan licin yang menurun dan berbatu

Diperjalan menuju curug tadi aku menemukan beberapa flora dan fauna yang aku anggap menarik kemudian aku abadikan. Seperti berikut:


Nangka Belanda/Nangka Sabrang


Kacang Hijau
Cabe Tanaman Palawija
Buah Pisang
Kedelai
Kupu-kupu

Setelah beberapa menit berlalu bermeter -meter pematang sawah telah kita lewati akhirnya kita sampai di curug yang telah kita namai curug Haruka. Eh...bukan -bukan. Jadi Teman sekalian masyarakat disekitar sini menamai curug ini curug nangga. Ya sesuai namanya curug ini memang menyerupai tangga (berundak.red). Ada juga yang menamai curug pitu. Entah benar atau salah yang jalas curug ini keren abis Sob.


Landscape Sawah
Pemburu Curug


Curug Nangga dilihat dari jauh terlihat megah


Bukan tujuan Sebenarnya
Jadi cumplungers yang dirahmati oleh Allah SWT. Setelah kami banyak bertanya ke mas Mono tentang curug ini dan curug yang kita cari ternyata kami salah sasaran pemirsa. Jadi intinya kami kesasar. Curug ini bukan curug yang kami cari. Tapi kesasar di tempat seindah dan sebohai ini bukan menjadi penyesalan diujung jalan. Malah sebaliknya, kami sangat senang sekali. (lagi kami mendadak goyang gergaji bersama -sama.red).hahaha.
Iya, memang curug disini tidak cuma satu, banyak yang lain.bahkan didekat curug nangga pun ada curug lain yang bisa dilihat. Tapi kami urung untuk mengunjungi curug yang lain. Kami mau menikmati curug nangga terlebih dahulu. Mungkin lain kali. (mudah-mudahan.red)



Mas Uje menikmati indahnya curu Nangga


Mas Untung di antara megahnya bebatuan curug Nangga
Yang punya Blog. Hahaha
Mas Tatang dan Mas Mono sedang berbincang-bincang

Berundak menyerupai tangga (nangga)
Curug ini mempunya undakan sebanyak 3 yang paling besar. Kalo nggak salah sich. Coba di check kalo temen -temen main kesini. Di paling bawah dari curug nangga adalah aliran air. Batu wadas disini keras dan besar -besar. Aku tidak begitu tahu tentang ilmu perbatuan jadi review tentang batu kita lewati saja. Yang jalas pada waktu kami kesini air nya lagi tidak terlalu besar. Tapi tetep keren malah menurut ku pas aja debit air segini. Batuan disekitar curug tidak licin. Walau terlihat berlumut, tapi masih aman untuk di injak. Tapi tetep hati -hati.



Batuan di Curug Nangga
Bebatuan yang berlumut
Berundak menyerupai tangga

Dari bawah ke undakan pertama kita bisa lewat undakan bebatuan disekitar curug, karena memang tidak terlalu tinggi. Tapi untuk selanjutnya kita harus lewat samping curug untuk bisa naik ke curug diatasnya. Begitu sampai curug teratas. 


Tangga pertama bisa lewat samping kanan

Kita lewat samping sebelah kiri dari curug. Lagi-lagi menanjak dan licin. Teman Teman harus hati -hati. Takut -Takut terpeleset atau berpas pasan dengan hewan melata disekitar curug nangga. Memang jalanannya rimbun. Penuh semak dan pohon-pohon bambu dan pohon salak,rambutan jengkol dan sebagainya.



Menanjak dan Licin

Pada undakan ke dua atau ke tiga dari atas, bentuk curug nya memungkinkan untuk bermain rappelling. Tinggi nya yang pas, tekstur batunya yang kokoh dan keras membuatnya aman untuk aktifitas rappelling. Minggu kemarin mas Tatang dan Teman -temen nya mencoba rappelling di situ. Dan memang bisa dan asyik, menantang memacu adrenalin kita. 


Curug yang bisa buat Rappelling

Pada tingkatan paling tinggi dari curug nangga tempatnya begitu luas dan datar. disini paling asyik untuk bermain menurut aku. ya karena airnya dangkal. berpasir bercampur tanah kerikil kecil. dari sini kita bisa melihat kebawah undak-undakan yang telah kita lewati dibawah. sungguh indah. Disisi kiri curug kita bisa melihat sawah terasering yang begitu indah. kita memasuki area paling atas curug nangga pun harus melewati pematang sawah. dan kembali kita harus hati-hati.
Berlama-lamalah di tempat paling tinggi curug nangga ini. Karena memang tempatnya sangat indah.


lewat Pematang sawah
Sawah terasering di sebelah kiri curug Nangga
Pemandangan dari atas curug nangga







Bersama di curug teratas curug Nangga
Bermain air

Kami kembali turun setelah cukup bermain dan puas mengabadikan dengan kamera masing-masing.  Karena jalan di pinggir curug memang licin, kami harus extra hati-hati saat menuruninya. kita harus berpegangan pada akar tumbuh-tumbuhan di kanan-kiri kita.demi keamanan.


Menuruni semak belukar yang licin
setelah turun kami dijamu kelapa muda oleh mas Mono, wah pas banget dengan tubuh yang telah terkuras habis tenaganya. kelapa hijau ini dipetik dari pohon dekat curug nangga. ternyata ada kakek yang masih saudara dengan mas Mono. Beliaulah yang memetikkan kelapa muda buat kami. kapan lagi makan kelapa muda di pinggir curug. baru metik dan gratis lagi. banzaiiii...!!! matur suwun yang :)


Minum Kelapa muda di pinggir curug Nangga


Eyang yang telah begitu baik memetikkan kelapa buat kami :)
Meneguk air kelapa (Aso Mas Tatang..)
Makan siang dipinggir kali berwadahkan batok kelapa. :)

Sambil melepas lelah dan menikmati kelapa muda Bapak itu bercerita tentang curug nangga dan curug lain disekitar sini. wah, ternyata memang masih banyak curug yang belum terjamah. semakin bersemangat buat kami untuk menelusuri satu persatu curug tersebut. mungkin lain kali. (mudah-mudahan.red)


Setelah selesai istirahat. dan membuka perbekalan. kami pun lanjut perjalanan untuk "mentas" pulang. mengingat perjalanan pulang yang cukup jauh. kami harus cepat-cepat kalau tidak mau kemalaman. iya. aku masih harus kerja malamnya. jadi ya, harus istirahat bentar.


Siap-siap pulang

Kami memutar melewati jalan yang berbeda saat pulang. Perjalanan pulang tidak seriang perjalanan saat berangkat. kami harus melewati tanjakan demi tanjakan dengan sisa tenaga yang ada. ini membuat kita extra kuat dan bertekad baja untuk melaluinya. hahaha (lebai.red). Dan memang Mas Tatang kewalahan dengan barang bawaannya. yang akhirnya harus di oper ke aku demi meringankan langkah kakinya. sungguh perbuatan yang bijak. hem.


Aliran Sungai di bawah curug Nangga
Perjalanan Pulang
Mas Tatang ngosngosan saat perjalanan pulang, katanya Djarum supernya keluar semua. :D
Curug nangga dari kejauhan
Sampai di penitipan sepeda motor kami. kami ngaso lagi untuk mengumpulkan tenaga dan mengatur ritme nafas yang masih terengah-engah. "wah..!!! apa ini mas Mono?" Tiba-tiba saja Mas Mono menyodorkan sepiring cimplung pisang ke hadapan kami. Yang kami tahu cimplung ya dibuat dengan singkong. tapi ini dibuat dari pisang. warnanya ungu lagi. keren. Saya coba satu dan memang rasanya.Mmmm..sedikit sepat dan manis tentu. wah ..!! nggak bakalan nyicipin makanan ini kalo nggak main ke sini, curug nangga. keren Tempat yang tak sengaja kami kunjungi ini ternyata diluar dari apa yang aku harapkan. orang-orangnya ramah. penuh semyum sapa. khas pokoknya.


Cimplung Pisang buatan warga setempat
Mencicipi Cimplung Pisang :)
Sore itu akhirnya kami berpamitan dengan Mas Mono. Kami ucapkan trimakasih untuk Mas Mono yang telah begitu baik mau mengantar dan temani kami selagi di curug nangga dan terima kasih telah dijamu dengan kelapa dan cimplung pisang yang begitu "Nylekami pisan yakin".. :D.

Sekian catatan perjalan yang saya tulis. Baik ada salah dan kurangnya itu semua karena murni kesalahan penulis.Karena ingatan saya memang terbatas. Sampai jumpa pada catatan perjalanan di lain waktu lagi. dan "tetep Ngeblog...!!!!"

Dan ini ada sedikit video yang berhasil aku abadikan : 



Sampai jumpa di jalan-jalan Berikutnya dan Semangat NgebloggG..!!! :)

bonus Picture :


Makasih kakak. :D

1 comment:

  1. mantab masbro..gimana klo ditambah dengan curug yang ada disekitar curug nangga..

    ReplyDelete

Know us

Our Team

Tags

Video of the Day

Contact us

Name

Email *

Message *