Disini saya belajar mendokumentasikan perjalanan dalam bentuk jurnal. Silakan dibaca. Bila perlu dikomentasi.
Saya juga punya akun Instagram silakan follow kalo berkenan link nya ini : https://www.instagram.com/ngantuk_motion/

:)
Trimakasih atas waktunya...

Oct 11, 2015

Curug Abang Baturraden Banyumas

Bismillahirahmanirrahim... 
Assalamu'alaikum warahmatullahi wabarakatuh.
"Abang" yang dalam bahasa jawa/ngapak Banyumasan berarti merah adalah nama curug yang kami jelajahi kali ini (sabtu, 23 Mei). Tidak seperti namanya (Abang.red), curug ini tidaklah berair merah, berbatu merah dan sangkaan lain yang mengaitkan nama dari curug tersebut. tapi nama hanyalah nama, entah dari mana nama itu berasal, tapi pesonanya telah "mematahkan" hati kami kali ini(lagi.red).

Untuk menuju ke curug merah tidaklah mudah. Mula-mula pematang sawah harus kita lewati.  Kita menelusuri terus sampai pada pinggiran tanah perkebunan. Tidak mudah memang, sesekali kita salah jalan, kemudian berbalik lagi.Sampai pada kami menemukan jalan yang di duga benar untuk turun ke dasar curug merah.



Melewati pematang sawah
Diantara bedengan tanah 
Lokasi curug merah lebih rendah dari area perkebunan dan sawah. Praktis, akses menuju ke curug kami harus menuruni pinggiran tanah yang lumayan curam dan penuh tanaman yang lebat menutupi jalan.  Kami harus waspada agar kaki kami tidak salah menapak kalau tidak akan terpeleset karena tanah yang licin oleh lumpur dan lumut.


Melihat Jalur menuju curug Abang
Sedikit cerita sebelum menuju lokasi curug Abang, setibanya kami di warung tempat kita (ciee kita.red) menitipkan motor. Mendadak a.k.a tiba-tiba saja aku sadari ban sepeda motor ku yang belakang kempes oleh benda tajam. Alhasil kali perjalanan kali ini di awali dengan ban kempes yang menghantui pikiran selama perjalanan. ya sudahlah, kita nikmati dulu perjalanan ini baru kita tambal ban motor itu nanti setelah nya. :)

Sampai dilokasi curug tidak menunggu lama Mas Ali langsung saja membuka baju dan menceburkandiri ke dalam air yang "cetek" lagi jenih. Aliran air yang memanjang dan tebing batu di sebelah kirinya membuat lokasi curug Abang begitu indah. Tidak hanya curug Abangnya tapi jalan menuju curug Abang yang serupa sungai dengan dinding batu berlumut ini adalah keindahan tersendiri sebelum curug Abang itu sendiri.


Mas Ali mandi  dengan segarnya air curug Abang

Curug Abang ada di ujung sana.

Mas Uje dengan latar belakang dinding batu yang berlumut hijau
Kita bisa bergantungan di akar pohon yang menjulur dari atas dinding-dinding batu yang cantik ini. Dengan sedikit simpul dan kreatifitas kita bisa membuat ayunan dengan akar hidup ini.Ya Akar-akar ini ada di tengah perjalanan ke curug Abang. Jangan takut jatuh, karena akar-akar ini cukup kuat untuk bergantungan. tapi jangan gegabah, kita harus cek dulu sebelum bermain dengan akar-akar tersebut.


Kang Amin berayun dengan akar pohon.


Lanskape lokasi curug Abang

Yang aku suka dari Curug Abang adalah tempat di bawah curug tersebut yang datar dan cukup luas untuk duduk berkumpul menikmati keindahan curug tersebut. Lokasinya yang berbatu kecil dan berpasir membuat nyaman untuk bersantai. Ketika kami kunjungi waktu itu aliran airnya sedang tidak begitu besar jadi lebih luas tempat yang tidak terairi air. Kita manfaatkan untuk menaruh barang bawaan dan membuat perapian agar tidak begitu dingin. 


Lokasi curug Abang
Sejuk dan hijau itulah curug Abang
Jalan-jalan tanpa jeprat jepret kamera kayanya kurang lengkap maka inilah yang aku tangkap dengan kamera smartphone ku.


 
Totalitas seorang fotografer
Keindahan curug Abang
Asap perapian

Menikmati keindahan curug Abang
Berteduh 
Bagaimanapun, totalitas nomor satu
Potrait Curug Abang
"Bagaimana, ini bagus ndak?" Tanya Mas Uje.
Capung disekitaran curug Abang

Waktu menunjukan jam 12 siang waktu itu, setelah puas menikmati, jungkir balik, salto kanan kiri di sekitar curug Abang akhirnya perut kami merasa ingin di isi. jadi ini ceritanya makan siang. 


Bertarung dengan nasi bungkus
Yang kekinian
Mirip Cah Lontong
Im finish first
Tidak ada yang lebih nikmat selain... (teruskan sendiri.)
Api yang menghangatkan 

Setelah itu ada juga yang selfie


"Biar kekinian ahk.."Pikir Mas Tatang
Aku lebih tinggi +Amin Wahyudi 
Foto Keluarga
Akar gantung
Setelah cukuplama dan tidak mau terlalu sore, akhirnya kami putuskan untuk berkemas dan kembali ke atas. Kita pulang sekitar jam 3an sore waktu Indonesia bangian Banyumas.  Kali ini kita harus mendaki, Mendaki curamnya tebing. Mendaki pematang sawah dan mendaki teriknya matahari sore. "Loh..?"


Pulang
Menembus rimbunnya rumput yang gak bergoyang
Menanjaknya jalan pulang
Sampai di bibir sawah
Sampai di bibir sawah, aku merasa lega. Lega karena telah meninggalkan tanjakan yang curam . Tinggal setengah perjalanan lagi sampai di warung tempat kami menitipkan sepeda motor. Udara menjadi semakin panas. Terlihat keringat kami mulai menganak sungai. di Tengah sawah kami menemukan saung pak Tani jadi kami istirahan sebentar disana sambil melihat indah hijaunya sawah.


Istirahat sejenak di saung bambu
Ngaso
Kepemandangan sawah hijau terbentang luas
Sudah cukup kami lanjutkan perjalanan menuju warung untuk kemudian pulang. Karena motor ku bocor , jadi di perjalanan kami mampir ke tambal Ban untuk menambal Ban (ya iyalah..red) motor ku di bawa kang Amin lalu aku mbonceng Mas +Tangkas Pamuji .


Di warung
Perjalanan pulang
Di tambal ban
Mas uje in frame
Ya, begitulah perjalanan ku ke curug Abang, bagaimana tertarik ingin mengunjungi? Ketika kami ke curug Abang memang belum ada akses jalan yang pasti. semoga saja warga di sekitar curug Abang membangunkan akses untuk menuju ke curug Abang tersebut. karena sayang aja kalo tempat sebagus itu nggak di kelola dengan baik. Oke sekian sebelum aku akhir aku juga sempat membuat video dokumentasi dari perjalan ini, ini dia videonya :



Demikian postingan catatan kali ini, semoga menginspirasi dan salam klintung tetep semangat..
Salam Blogger..!!!

2 comments:

Know us

Our Team

Tags

Video of the Day

Contact us

Name

Email *

Message *